Met datang di pearlwhy blog,isi buku tamu n jangan lupa kasih komentar yaaa^^
08.53

Sejarah Kerajaan Banjar di Kalimantan

Posted by Pearlwhy


Kerajaan Banjar adalah kerajaan Islam di pulau kalimantan yang wilayah kekuasaannya meliputi sebagian besar daerah kalimantan pada saat sekarang ini. Pusat Kerajaan Banjar yang pertama adalah daerah di sekitar Kuin Utara (sekarang di daerah Banjarmasin) , kemudian dipindah ke martapura setelah keraton di Kuin dihancurkan oleh Belanda. Kerajaan ini berdiri pada september 1526 dengan Sultan Suriansyah (Raden Samudera) sebagai Sultan pertama Kerajaan Banjar. Kerajaan Banjar runtuh pada saat berakhirnya Perang Banjar pada tahun 1905. Perang Banjar merupakan peperangan yang diadakan kerajaan Banjar untuk melawan kolonialisasi Belanda. Raja terakhir adalah Sultan Mohammad Seman (1862 - 1905), yang meninggal pada saat melakukan pertempuran dengan belanda di puruk cahudoa



CIKAL BAKAL KERAJAAN BANJAR
Kemunculan Kerajaan Banjar tidak lepas dari melemahnya pengaruh Negara Daha sebagai kerajaan yang berkuasa saat itu. Tepatnya pada saat Raden Sukarama memerintah Negara Daha, menjelang akhir kekuasaannya dia mewasiatkan tahta kekuasaan Negara Daha kepada cucunya yang bernama Raden Samudera. Akan tetapi, wasiat tersebut ditentang oleh ketiga anak Raden Sukarama yaitu Mangkubumi, Tumenggung dan Bagulung. Setelah Raden Sukarama wafat, Pangeran Tumenggung merebut kekuasaaan dari pewaris yang sah yaitu Raden samudera dan merebut tahta kekuasaan Negara Daha.


Raden Samudera sebagai pihak yang kalah melarikan diri dan bersembunyi di daerah hilir sungai barito. Dia dilindungi oleh kelompok orang melayu yang menempati wilayah itu. Kampung orang melayu itu disebut kampung oloh masih yang artinya kampung orang melayu pimpinan Pati Masih. Lama kelamaan kampung ini berkembang menjadi kota banjarmasih karena ramainya perdagangan di tempat ini dan banyaknya pedagang yang menetap. Dalam pelarian politiknya, raden Samudera melihat potensi Banjarmasih dengan sumber daya manusianya dapat dijadikan kekuatan potensial untuk melawan kekuatan pusat, yaitu Negara Daha. Kekuatan Banjarmasih untuk melakukan perlawaann terhadap Negara Daha akhirnya mendapat pengakuan formal setelah komunitas melayu mengangkat Raden Samudera sebagai kepala Negara.

Pengangkatan ini menjadi titik balik perjuangan Raden Samudera. Terbentuknya kekuatan politik baru di banjarmasih, sebagai kekuatan politik tandingan bagi Negara Daha ini menjadi media politik bagi Raden Samudera dalam usahanya memperoleh haknya sebagai Raja di Negara Daha, sedangkan bagi orang Melayu merupakan media mereka untuk tidak lagi membayar pajak kepada Negara Daha

Setelah menjadi Raja di Banjarmasih, Raden Samudera dianjurkan oleh Patih Masih untuk meminta bantuan Kerajaan Demak. Permintaan bantuan dari Raden Samudera diterima oleh Sultan Demak, dengan syarat Raden Samudera beserta pengikutnya harus memeluk agama Islam. Syarat tersebut disanggupi Raden Samudera dan Sultan Demak mengirimkan kontingennya yang dipimpin oleh Khatib Dayan. Setibanya di Banjarmasih, kontingen Demak bergabung dengan pasukan dari Banjarmasih untuk melakukan penyerangan ke Negara Daha di hulu sungai Barito. Setibanya di daerah yang bernama Sanghiang Gantung, pasukan Bandarmasih dan Kontingen Demak bertemu dengan Pasukan Negara daha dan pertempuran pun terjadi. Pertempuran ini berakhir dengan suatu mufakat yang isinya adalah duel antara Raden samudera dengan Pangeran Tumenggung. Dalam duel itu, Raden Samudera tampil sebagai pemenang dan pertempuran pun berakhir dengan kemenangan banjarmasih.

Setelah kemenangan dalam pertempuran, Raden Samudera memindahkan Rakyat Negara Daha ke Banjarmasih dan Raden Samudera dikukuhkan sebagai Kepala negaranya. Pembauran penduduk Banjarmasih yang terdiri dari rakyat Negara Daha, Melayu, Dayak dan orang jawa (kontingen dari Demak) menggambarkan bersatunya masyarakat di bawah pemerintahan Raden Samudera. Pengumpulan penduduk di banjarmasih menyebabkan daerah ini menjadi ramai, ditambah letaknya pada pertemuan sungai barito dan sungai martapura menyebabkan lalu lintas menjadi ramai dan terbentuknya hubungan perdagangan. Raden Samudera akhirnya menjadikan Islam sebagai agama negara dan rakyatnya memeluk agama Islam. Gelar yang dipergunakan oleh Raden Samudera sejak saat itu berubah menjadi Sultan Suriansyah. Kerajaan Banjar pertama kali dipimpin oleh Sultan Suriansyah ini.

Gambar : Mesjid yang didirikan Sultan Suriansyah di Kuin

WILAYAH KERAJAAN BANJAR
Kerajaan Banjar semakin berkembang dan lama kelamaan luas wilayahnya semakin bertambah. Kerajaan ini pada masa jayanya membentang dari banjarmasin sebagai ibukota pertama, dan martapura sebagai ibukota pengganti setelah banjarmasin direbut belanda, daerah tanah laut, margasari, amandit, alai, marabahan, banua lima yang terdiri dari Nagara, Alabio, Sungai Banar, Amuntai dan Kalua serta daerah hulu sungai barito. Kerajaan semakin diperluas ke tanah bumbu, Pulau Laut, Pasir, Berau dan kutai di panati timur. Kotawaringin, Landak, Sukadana dan sambas di sebelah barat. Semua wilayah tersebut adalah Wilayah Kerajaan Banjar (yang apabila dilihat dari peta zaman sekarang, Kerajaan Banjar menguasai hampir seluruh wilayah kalimantan di 4 provinsi yang ada). Semua wilayah tersebut membayar pajak dan upeti. Semua daerah tersebut tidak pernah tunduk karena ditaklukkan,tetapi karena mereka mengakui berada di bawah Kerajaan Banjar, kecuali daerah pasir yang ditaklukkan pada tahun 1663merajukgambar : muara sungai kuin yang dulunya dekat dengan ibukota kerajaan banjar

RAJA-RAJA KERAJAAN BANJAR

Kerajaan Banjar yang berdiri pada 24 september 1526 sampai berakhirnya perang Banjar yang merupakan keruntuhan kerajaan Banjar memiliki 19 orang raja yang pernah berkuasa. Sultan pertama kerajaan Banjar adalah Sultan Suriansyah (1526 - 1545), beliau adalah raja pertama yang memeluk Agama Islam. Raja terakhir adalah Sultan Mohammad Seman (1862 - 1905), yang meninggal pada saat melakukan pertempuran dengan belanda di puruk cahu.

Sultan Suriansyah sebagai Raja pertama mejadikan Kuin Utara sebagai pusat pemerintahan dan pusat perdagangan Kerajaan Banjar. Sedangkan Sultan Mohammad Seman berkeraton di daerah manawing - puruk cahu sebagai pusat pemerintahan pelariansenyumkenyit

Berikut adalah rincian Raja-raja Kerajaan Banjar sejak berdirinya kerajaan hingga runtuhnya kerajaan itu :
1526 - 1545 :
Pangeran Samudra yang kemudian bergelar Sultan Suriansyah, Raja pertama yang memeluk Islam
1545 - 1570 :
Sultan Rahmatullah
1570 - 1595 :
Sultan Hidayatullah
1595 - 1620 :
Sultan Mustain Billah, Marhum Penambahan yang dikenal sebagai Pangeran Kecil. Sultan inilah yang memindahkan Keraton Ke Kayutangi, Martapura, karena keraton di Kuin yang hancur diserang Belanda pada Tahun 1612
1620 - 1637 :
Ratu Agung bin Marhum Penembahan yang bergelar Sultan Inayatullah
1637 - 1642 :
Ratu Anum bergelar Sultan Saidullah
1642 - 1660 :
Adipati Halid memegang jabatan sebagai Wali Sultan, karena anak Sultan Saidullah, Amirullah Bagus Kesuma belum dewasa
1660 - 1663 :
Amirullah Bagus Kesuma memegang kekuasaan hingga 1663, kemudian Pangeran Adipati Anum (Pangeran Suriansyah) merebut kekuasaan dan memindahkan kekuasaan ke Banjarmasin=
1663 - 1679 :
Pangeran Adipati Anum setelah merebut kekuasaan memindahkan pusat pemerintahan Ke Banjarmasin bergelar Sultan Agung
1679 - 1700 :
Sultan Tahlilullah berkuasa
1700 - 1734 :
Sultan Tahmidullah bergelar Sultan Kuning
1734 - 1759 :
Pangeran Tamjid bin Sultan Agung, yang bergelar Sultan Tamjidillah
1759 - 1761 :
Pangeran Muhammad Aliuddin Aminullah
1761 - 1801 :
Pangeran Nata Dilaga sebagai wali putera Sultan Muhammad Aliuddin yang belum dewasa tetapi memegang pemerintahan dan bergelar Sultan Tahmidullah
1801 - 1825 :
Sultan Suleman Al Mutamidullah bin Sultan Tahmidullah
1825 - 1857 :
Sultan Adam Al Wasik Billah bin Sultan Suleman
1857 - 1859 :
Pangeran Tamjidillah
1859 - 1862 :
Pangeran Antasari yang bergelar Panembahan Amir Oeddin Khalifatul Mu'mina
1862 - 1905 :
Sultan Muhammad Seman yang merupakan Raja terakhir dari Kerajaan Banjar

untuk penjelasan yang lengkap mengenai profil raja-raja Banjar bisa dibaca di website ini

Gambar : Sultan Hidayatullah dan gambar : Pangeran Antasari

Setelah dikalahkannya Sultan Muhammad Seman oleh Belanda pada tahun 1905, praktis seluruh wilayah Kerajaan banjar jatuh ke tangan Belanda dan Kerajaan Banjar runtuh. Akan tetapi semangat yang dikobarkan pejuang perang Banjar melalui sumpah perjuangan "haram manyarah waja sampai kaputing" benar-benar memberikan semangat untuk mempertahankan Kerajaan Banjar. Walaupun akhirnya jatuh ke tangan belanda juga, kita mesti menghargai perjuangan para pejuang yang telah mengorbankan segalanya untuk mempertahankan Kerajaan Banjar. Kota Banjarmasin yang sekarang adalah bukti sejarah hasil perjuangan Sultan Suriansyah dan pengikutnyatepuktangan



banjarmasin

Gambar : Kota Banjarmasin Sekarang ini


Sumber Referensi:
1. Sejarah Banjar (Badan penelitian dan Pengembangan Daerah Kalimantan Selatan)
2. http://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Banjar
3. Grup Friendster Banjarmasin
4. Kabupaten Banjar Website

48 Komentar:


Show/Hide Komentar

wasta mengatakan...

*1825 - 1857 :
Sultan Adam Al Wasik Billah bin Sultan Suleman* sama nah wan ngaran auk...........*yg tulisan tebal* :))

Dillah mengatakan...

heeee...

bro' i am saranin panjang boleh lah infonya..
tpi bnyak yang malas bacnya...
bagus singkat tpi penjelasanya OK heeee c:D

arief mengatakan...

ayo semangat tuk cr artikel nya...
ku lg ngumpul kan bhn jua...cai yo

pearlwhy mengatakan...

@ wasta : tapi ente bukan raja, haha:))
@dillah : Gak papa kok, kalo males save page aja, baca di rumah, hehe (thanks sarannya)
@ arief : okay2 , kutunggu artikelmu yaaa...

Yulian Ma'mun mengatakan...

jangan - jangan aku juga keturunan bangsawan Banjar 8-}8-}

ipmaba mengatakan...

assalam wr.wb
alhamdulillah msh ad nang parhatian lwn sjrh n budaya banjar...
kmi undang pian bgbung di komunitas blogger kalsel "http://kayuhbaimbai.org/" & mNgunjungi ipmaba.wordpress.com !!!
keep blogger dhan...

Blackblues mengatakan...

@ ipmaba
wassalam wr.wb
iya2, saya kan berusaha membuat posting2 yang bertujuan membangun banjar - kalsel
wah, kalo kayuhbaimbai dari kemarin gak bisa daftar , masih trouble katanya:-t

sugeng mengatakan...

wah keliatnya ahli sejarah neh, heee

elRoza mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
elroza mengatakan...

:)) :)) kok koment aku ilang ya? padahal gak ada niat mo ngehapus ... huehehehe ..

ikut ngopy info ini ya om? (om?! :D)
biarpun orang banjar juga, tapi baru tau sejarahnya
wakakakak payah neh :p

Anonim mengatakan...

gogreen said :
OMG.. aq ga nyangka yu, kmu jago ya sejarahnya.. :p
salut2, ad generasi muda banjar ky kmu,hehehe..
yah,, mgkn krna kepanjangan kali ya makanya q males baca.
overall,, GOOD JOB..
btw,, walaupun di foto,, tpi sungai di banjarmasin tetep keliatan warna aslinya ya???.. ( =)) ,, ampun yu !!!)

attayaya mengatakan...

Kerajaan Banjar setauku merupakan salah satu kerajaan melayu yang cukup disegani di Nusantara.

c mine on :
http://butang-emas.blogspot.com

jeremytuah mengatakan...

Its good to know your history.. Its make us even more patriotic..

kahfinyster mengatakan...

hhe,,berarti apa yg gue pelajarin pas sejarah ntu bener,,hhe,,

debrian mengatakan...

jago sejarah ya :)

blackberi-beri mengatakan...

Tu gambar di daerah mana yu? asa kd pinandu nah :p

kahfinyster mengatakan...

pa kabar bang,,
salam hangat,,

tiyo mengatakan...

nah ini dah dulu aku g pernah belajar sejarah, mumpung da masukan ilmu sejarah, yuk d kebut...

SECONAZ mengatakan...

bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarahnya sendiri..it's great posting bro...

vianadbs mengatakan...

mpat aruhblogger kah bro? postingan ne kah yg kamu blum apa?

neilhoja mengatakan...

gak pertamaxxx ya.... :hikx

muhamaze mengatakan...

wah cerita sejarah yang panjang tapi keren..

salam kenal

mr.angga mengatakan...

thks artikel nya berguna banget buat tugas sekolah angga hhehehe.. makasi banyaaaaaaakkkk XD

mr.angga mengatakan...

makasi banyak artikelnya berguna banget buat tugas sekolah angga hhahaha XD
pkonya makasiiiiiiii banyaaaaaaaaaakkkkkkk XD XD XD

Anonim mengatakan...

thank artiklenya tenang kerajaan banjar :D

guss mengatakan...

peta kerajaan Banjar mohon ditambahkan biar lebih informatif

pearlwhy49 mengatakan...

@anonim : iya sama2 ;)
@guss : terima kasih atas sarannya, ntar dibikin postingan baru tentang wilayah kerajaan banjar dan petanya :)

Cari Tiket Pesawat mengatakan...

kalau bisa liburan disini pengen banget dah tau sejarah yang ada.
kapan yah ?

Anonim mengatakan...

saya mau nanya,,pada saat pemerintahan Pangeran Tumenggung merebut kekuasaaan kerajaan daha dari raden samudera,seperti apa sistem kerajaannya pada waktu itu sehingga raden samudera ingin merebutnya kembali,padahal raden samudera sdh menjadi raja di banjarmasin. serta dimana letak pastinya (nama kampung) kerajaan daha tersebut berdiri. terima kasih

Risyatul Azkia mengatakan...

:)
artikelnya bgus banget!!!
buat tugas kuliah nih, makasiiii banyak yah!

jihan mengatakan...

berarti q keturunan bangsawan donggggggggg!!!

Anonim mengatakan...

makacihhh dech.,
mogha tmbah banyaakz ilmu.a
....hehehheheyxz

Mirza mengatakan...

makasih deh ...
ada tugas sejarah kerajaan banjar akhirnya selesai ...

once again thanks

Anonim mengatakan...

uwedhyuifywifd::)
=))

gusti putri ratna sari dewi mengatakan...

apakah ada prasasti- yang msih ada hingga sekarang yang di tinggalkan oleh kerajaan banjar...

BERANGAS ELECT mengatakan...

rasa handak bulik kakampung ja ulun umbah mambacanya

Dinda mengatakan...

kurang lengkap :-o

Anonim mengatakan...

sebelumnya saya hanya setengah-setangah tau cerita sejarah karajaan di Kalmantan Selatan alau saya lahir di situ dan jaga raja-rajanya saya hanya tau Pangaran Samudra (SULTAN SURIANSYAH) tapi setelah baca di blog ini pengetahuan saya akan Kalimantan Selantan makin tau dan makin cinta :X

aman mengatakan...

kerajaan daha klo gga salah ada di daerah Nagara (Hulu Sungai Selatan"Kandangan") tpi wa pengen lebih tau asal muasal kerajaan Daha ..?? apakah masih berkaitan dengan Candi Agung yg ada di HSU ( Amuntai )dan juga Sejarahnya Putri Junjung Buih..dengan Maha Patih yg namanya di jadikan salah satu Universitas Paling terkenal diBanjarmasin " Lambung Mangkurat" Klo Bisa sih admind yg punya Blog Posting Juga sejarahnya...biar Lebih lengkap Sejarah dan Kebuadayaan Urang Banua...

saedah mengatakan...

Hanyar akuk tahuk...datuk ku dahulu datang ke Malaysiak dalam tahun 1905 kerana paparangan belanda

Anonim mengatakan...

ane katuju banar lawan sajarah banua kita

regu mengatakan...

ada yg salah...pemberian nama dayak itu ada setelah kerajaan banjar di kuasai belanda dan belandalah yg memberikan nama tsb, suku dayak sebenarnya adalah bagian dari negara daha yg lari ke hutan2 di kalimantan karena tdk mau memeluk agama islam, penyebutannya sendiri di daerah banjar ada yg menyebut dusun atau biaju

Helda Az-za mengatakan...

bagus isinya,,
izin copy yaa...blh y,,blh yaaa

Anonim mengatakan...

tahun runtuh plus sebab runtuh nya tdk ada?
:(

herdi azha mengatakan...

Betambah ilmu pengatahuan.. Jadi tahu kan sejarah kerajaan bahari.. Ujar habar di banjar handak di ulah keraton kesultanan banjar.. Bujur kah leh..

Anonim mengatakan...

makasij gan buat artikelnya ;;)

Sully Herawati mengatakan...

Wahhh.. S'andainya kerajaan Banjar masih ada...

Reza Pahlevi mengatakan...

Kangen aku eh lawan banuaku..kyapa habar urang banjaarrrrrrrr...10 tahun sudah aku meninggalkan banjar demi mencari rezki di negara urang,....walau wahini aku di london tatap hati milik banua...kyapa habar jalan vetran wahini lah,kuripan,kayu tangi,kuin,alalak...sedih hatiku eh

Poskan Komentar

Informasi Pilihan Identitas:
Google/Blogger : Khusus yang punya Account Blogger.
Lainnya : Jika tidak punya account blogger namun punya alamat Blog atau Website.
Anonim : Jika tidak ingin mempublikasikan profile anda (tidak disarankan).